Notification

×

Kategori Berita

Cari Karya Fiksi

Iklan

KOP FILLO

LOMBA CERPEN

FILLO PDF

PARFUM

Tapanuli Bagian Selatan Butuh PTN Umum demi Masa Depan Pendidikan yang Lebih Adil dan Merata

Kamis, 11 Juni 2026 | 16.39 WIB Last Updated 2026-06-11T09:42:54Z

FilloNews - Opini

11 Juni 2026
Oleh Anwar Fahmi Siregar


Tapanuli Bagian Selatan Butuh PTN Umum

Tapanuli Bagian Selatan Butuh PTN Umum demi Masa Depan Pendidikan yang Lebih Adil dan Merata


FilloNews - Opini – Tapanuli Bagian Selatan (Tabagsel) merupakan salah satu kawasan strategis di Provinsi Sumatera Utara yang meliputi Kota Padangsidimpuan, Kabupaten Tapanuli Selatan, Mandailing Natal, Padang Lawas, dan Padang Lawas Utara. Kawasan ini dihuni lebih dari 1,4 juta jiwa berdasarkan data Sensus Penduduk Badan Pusat Statistik (BPS), menjadikannya salah satu wilayah dengan basis penduduk terbesar di luar kawasan Medan dan sekitarnya.

Namun hingga hari ini, kawasan Tabagsel belum memiliki perguruan tinggi negeri umum berbentuk universitas yang mampu mengakomodasi kebutuhan pendidikan tinggi masyarakat secara luas. Kondisi ini menjadi ironi di tengah besarnya jumlah penduduk, luas wilayah, dan potensi sumber daya yang dimiliki daerah tersebut.

Masyarakat Tabagsel tentu patut berbangga atas keberadaan UIN Syekh Ali Hasan Ahmad Addary Padangsidimpuan yang telah memberikan kontribusi besar terhadap pengembangan pendidikan tinggi di kawasan Pantai Barat dan Selatan Sumatera Utara. Namun kebutuhan pendidikan tinggi masyarakat tidak hanya terbatas pada bidang keagamaan.

Generasi muda Tabagsel juga membutuhkan akses yang lebih luas terhadap program studi kedokteran, teknik, pertanian, peternakan, teknologi informasi, sains, ekonomi, hukum, serta ilmu sosial dan politik. Program-program strategis tersebut umumnya tersedia secara lebih lengkap pada universitas negeri umum.

Akibat belum hadirnya PTN umum di Tabagsel, ribuan lulusan SMA dan sederajat setiap tahun harus melanjutkan pendidikan ke Medan, Padang, Pekanbaru, bahkan Pulau Jawa. Bagi keluarga yang memiliki kemampuan ekonomi memadai, pilihan tersebut mungkin bukan persoalan besar. Namun bagi masyarakat menengah ke bawah, biaya kuliah yang disertai biaya tempat tinggal, transportasi, dan kebutuhan hidup di kota lain sering kali menjadi hambatan serius untuk melanjutkan pendidikan.

Persoalan ini menunjukkan bahwa pemerataan akses pendidikan tinggi di Sumatera Utara belum sepenuhnya terwujud. Sebagian besar perguruan tinggi negeri umum masih terkonsentrasi di kawasan Medan dan sekitarnya, sementara wilayah selatan yang memiliki populasi besar belum memperoleh akses yang setara terhadap pendidikan tinggi negeri lintas disiplin ilmu.

Padahal, keberadaan universitas negeri memiliki dampak yang jauh lebih luas daripada sekadar menyediakan ruang belajar. Kampus merupakan pusat pengembangan ilmu pengetahuan, riset, inovasi, dan penciptaan sumber daya manusia unggul. Pengalaman di berbagai daerah menunjukkan bahwa kehadiran perguruan tinggi negeri mampu mendorong pertumbuhan ekonomi lokal melalui berkembangnya sektor jasa, usaha masyarakat, lapangan kerja, hingga peningkatan kualitas SDM.

Lebih dari itu, PTN umum dapat menjadi instrumen percepatan pembangunan kawasan. Pembangunan ekonomi modern hampir selalu berjalan beriringan dengan pembangunan pendidikan tinggi. Ketika sebuah universitas negeri hadir, maka penelitian, pengembangan teknologi, penguatan UMKM, hilirisasi potensi daerah, dan peningkatan daya saing tenaga kerja dapat tumbuh secara bersamaan.

Tabagsel sendiri memiliki potensi besar di sektor pertanian, perkebunan, energi, pariwisata, serta kekayaan budaya lokal. Potensi tersebut membutuhkan dukungan akademik yang kuat agar dapat dikelola secara lebih produktif dan berkelanjutan. Kehadiran PTN umum akan menjadi pusat kajian dan penelitian yang mampu melahirkan solusi atas berbagai tantangan pembangunan daerah sekaligus mencetak tenaga ahli yang memahami karakteristik wilayahnya sendiri.

Sebagai bagian dari generasi muda Tapanuli Bagian Selatan, kami memandang bahwa kebutuhan akan PTN umum bukan lagi sekadar wacana, melainkan sebuah kebutuhan strategis yang mendesak. Pemerintah pusat dan pemerintah daerah harus melihat pembangunan pendidikan tinggi sebagai investasi jangka panjang untuk menciptakan pemerataan pembangunan di Sumatera Utara.

Tapanuli Bagian Selatan tidak meminta keistimewaan. Yang diperjuangkan adalah keadilan akses pendidikan bagi lebih dari satu juta masyarakat yang selama ini berada jauh dari pusat-pusat pendidikan tinggi negeri. Sudah saatnya pemerintah pusat dan pemerintah daerah menjadikan pendirian PTN umum di Tabagsel sebagai agenda strategis pembangunan. Sebab kemajuan suatu daerah tidak hanya ditentukan oleh infrastruktur fisik, tetapi juga oleh kualitas sumber daya manusianya. Pendidikan yang merata bukan sekadar cita-cita, melainkan fondasi utama bagi masa depan bangsa yang lebih adil dan berdaya saing.


Anwar Fahmi Siregar

Anwar Fahmi Siregar, Sekretaris Umum Badan Koordinasi Himpunan Mahasiswa Islam Sumatera Utara.


© 2026 FilloNews. Dilarang menyalin sebagian atau seluruh isi artikel tanpa izin redaksi.


Keywords: PTN Umum Tabagsel, Pendidikan Tinggi Sumatera Utara, Universitas Negeri Tapanuli Selatan, Pendidikan Padangsidimpuan, Anwar Fahmi Siregar, Pemerataan Pendidikan, Opini Pendidikan, Tabagsel

```
×