Notification

×

Kategori Berita

Cari Karya Fiksi

Iklan

KOP FILLO

LOMBA CERPEN

FILLO PDF

PARFUM

Cerpen: Mencuri Maling Ayam

Minggu, 15 Maret 2026 | 01.04 WIB Last Updated 2026-03-14T23:07:46Z
Mencuri Maling Ayam | Cerpen Satir Karya Erwinsyah Putra
Cerpen Mencuri Maling Ayam Karya Erwinsyah Putra

Mencuri Maling Ayam

Oleh Erwinsyah Putra

"Males banget lihat biduan keyboard dari tadi, lagunya gitu-gitu aja."


"Aku nyesel gak bawa headset, padahal aku mau dengerin Iis Dahlia. Hewan pun tak sudi kasihnya dicuriiii..."


Dion melirik sahabatnya.


"Udahlah, Ton. Kita jalan-jalan aja sebentar."



"Tapi jangan jauh-jauh. Gue capek. Abis nge-gym tadi sore."

Mereka berjalan menyusuri gang kecil yang gelap.


Suara pesta pernikahan terdengar samar.


Dion tiba-tiba berhenti.


"Eh, liat deh!"


Di balik semak-semak, sosok berkupluk meraba kandang ayam.


"Kayaknya maling ayam, bro."


"Fix, itu maling."


"Kita sergap, yuk!"


"Sarung buat apa?"


"Biar dramatis. Kita kayak ninja, bro."


Rinal mengangguk.


"Aku jagain belakang."


Mereka merayap mendekat.


Tiga.

Dua.

Satu.

"SERPAAAPPP!"


Maling terkejut.


Tona menutup kepala maling itu dengan sarung.


"Jangan lawan, bro! AKu ahli bela diri!"


Dion menarik kupluknya.

"Rama?!"


"Please, jangan laporin aku."


"Aku cuma iseng."


"Baru mau ambil, sumpah!"


Dion terdiam.


Dilema berputar di kepalanya.


Pintu rumah Pak Regar terbuka.

"Apa ini ribut-ribut tengah malam?!"

Warga berdatangan.


"Pak Regar… ini Rama."

"Dia belum sempat mengambil apa-apa."


"Maaf, Pak… Saya janji gak ngulangin lagi."


Pak Regar menatap lama.

"Baiklah. Karena belum sempat ngambil ayam, aku maafin."


Warga bubar.


Dion dan Rinal berjalan pulang.


Tona berbalik.

"Rinal, kamu tahu gak… Pak Tompul kan Toke Manuk?"

Rinal memasang masker.


"Jadi, kamu mau ngajak…?"


"Shhh… Kita cuma ngecek jumlah ayamnya."


"Pokoknya besok giliran ke pasar ya."


"Nih Rp.200.000, kita bagi dua."


"Loh kok segini? Kan 4 ekor?"


"Pembeli maunya limpul satu, yaudah."



"Daripada makin terang, aku deal-in saja."


"Jadima, Tudia Hita? *1"


Tanpa jawaban, mereka tertawa.


Mereka berjalan menuju rumah Pak Tompul.


Bayang-bayang mereka hilang di kegelapan malam.

Catatan: *(1) Baiklah. Kemana kita?
© 2026 Erwinsyah Putra. Seluruh hak cipta dilindungi undang-undang.
Kata Kunci: Mencuri Maling Ayam, cerpen satir Indonesia, cerita komedi ironi, maling ayam lucu, cerpen remaja kampung, karya Erwinsyah Putra
×