Dinamika Kaderisasi HMI: Fokus Sosial dan Lingkungan
Dinamika kaderisasi HMI Cabang Padangsidimpuan–Tapanuli Selatan kembali menjadi perhatian internal organisasi. Formateur sekaligus Direktur Utama LEPPAMI HMI Cabang Padangsidimpuan–Tapsel periode 2026–2027, Awaluddin Situmorang, menilai kader HMI perlu meningkatkan kepekaan terhadap isu sosial, ekonomi, dan lingkungan.
Mahasiswa Jurusan PAI UIN Syahada Padangsidimpuan tersebut menyampaikan bahwa masih terlihat stagnasi dalam proses pengembangan potensi diri kader, khususnya dalam aspek kepemimpinan dan kesadaran sosial.
“Kader HMI seharusnya lebih peka terhadap isu sosial, ekonomi, dan lingkungan. Masih terjadi stagnasi dalam mengembangkan potensi leadership dan kesadaran sosial,” ujarnya saat diwawancarai.
Meski demikian, ia menegaskan bahwa HMI Padangsidimpuan–Tapsel terus berupaya menjalankan perannya dalam mencapai tujuan organisasi. Forum diskusi rutin digelar untuk menampung aspirasi kader, terutama dalam bidang peminatan dan profesi.
Sebagai Direktur Utama LEPPAMI HMI, ia membawa visi menjadikan LEPPAMI unggul di kawasan Padangsidimpuan–Tapsel. Targetnya meliputi pelaksanaan Diklatsus minimal dua kali dalam satu periode, penanaman 1.000 pohon, serta penguatan koordinasi dengan KPA, NGO, dan instansi terkait.
Isu lingkungan menjadi fokus utama dalam kepemimpinannya. Menanggapi maraknya banjir dan longsor di Sumatera Utara, ia menilai bencana tersebut tidak bisa dilepaskan dari campur tangan manusia.
“Banjir dan longsor terjadi karena kerusakan lingkungan. Kita harus berhenti menebang pohon secara liar dan mulai menjaga alam. Pohon adalah sumber kehidupan,” tegasnya.
Terkait pengembangan sawit, ia menilai perlu sikap bijak. Sawit memang meningkatkan pertumbuhan ekonomi, tetapi pembukaan lahan secara masif berpotensi mengancam keanekaragaman hayati jika tidak dikelola dengan benar.
Di akhir wawancara, Awaluddin Situmorang berharap mahasiswa menjadi pelopor pelestarian lingkungan melalui gerakan nyata seperti penanaman pohon dan menjaga kebersihan lingkungan dengan semangat zero waste.
Melalui kepemimpinannya di LEPPAMI HMI Padangsidimpuan–Tapsel, ia menegaskan komitmen untuk menggerakkan kader HMI agar tidak hanya aktif secara intelektual, tetapi juga hadir sebagai pelopor kesadaran sosial dan lingkungan di tengah masyarakat. (KS)