FilloNews - Report
24 Februari 2026
Rahmad Kurnia Hasibuan
Kondisi Jalan Lintas Sosopan Hambat Aktivitas Masyarakat di Kabupaten Padang Lawas
FilloNews - Report - PADANG LAWAS – Kondisi Jalan Lintas Sosopan, Kabupaten Padang Lawas, dilaporkan mengalami kerusakan berat di sepanjang hampir 10 kilometer. Ruas jalan tersebut dipenuhi hamparan kerikil tajam, lubang besar, hingga titik-titik badan jalan yang ambruk, sehingga dinilai membahayakan pengguna jalan dan mengganggu aktivitas masyarakat.
Pantauan warga menyebutkan, lubang di sejumlah titik memiliki diameter bervariasi, mulai dari sekitar 50 sentimeter hingga mencapai 200 sentimeter. Selain itu, pada beberapa bagian, badan jalan dilaporkan turun dan ambruk dengan kedalaman berkisar 30 hingga 50 sentimeter. Kondisi ini diperparah dengan jarak antar tiang penerangan jalan yang dinilai terlalu jauh, bahkan lebih dari satu kilometer di beberapa lokasi, sehingga perjalanan malam hari menjadi berisiko tinggi.
Sejumlah titik di jalur tersebut juga dilaporkan rawan longsor. Struktur tanah yang relatif lunak serta posisi jalan yang berada di pinggir tebing dan jurang disebut menjadi faktor yang mempercepat penurunan kualitas jalan.
Rahmad Kurnia Hasibuan, mahasiswa Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan (UM Tapsel) asal Padang Lawas, menyampaikan keprihatinannya atas kondisi tersebut. Ia menilai kerusakan jalan tidak hanya berdampak pada kenyamanan berkendara, tetapi juga memengaruhi keselamatan dan produktivitas masyarakat.
“Kondisi jalan ini jelas memengaruhi rutinitas warga. Waktu tempuh menjadi lebih lama, biaya transportasi meningkat, dan risiko kecelakaan juga bertambah, terutama pada malam hari,” ujar Rahmad.
Menurutnya, masyarakat tetap menggunakan jalan tersebut karena merupakan jalur terdekat yang menunjang aktivitas ekonomi dan sosial. Namun, kondisi yang berlarut-larut dinilai membutuhkan perhatian bersama dari berbagai pihak yang memiliki peran dalam tata kelola dan pembangunan infrastruktur.
Rahmad menegaskan bahwa persoalan jalan tidak bisa dilihat secara sempit. Ia menyebut bahwa perbaikan infrastruktur merupakan tanggung jawab kolektif sesuai kewenangan dan fungsi masing-masing.
“Pemerintah provinsi dan pemerintah daerah tentu memiliki peran penting dalam kebijakan dan pembangunan infrastruktur. Di sisi lain, bupati bersama dinas teknis seperti Dinas PUPR serta instansi terkait juga memiliki tanggung jawab dalam perencanaan dan pelaksanaan teknis,” katanya.
Ia juga menilai lembaga legislatif daerah memiliki posisi strategis dalam pengawasan dan penganggaran. “DPRD kabupaten memiliki fungsi pengawasan dan penguatan kebijakan anggaran. Sinergi dengan eksekutif menjadi sangat penting agar program perbaikan bisa berjalan efektif,” tambah Rahmad.
Selain unsur pemerintahan, Rahmad menekankan pentingnya keterlibatan struktur pemerintahan paling dekat dengan masyarakat. Menurutnya, perangkat kecamatan dan desa dapat berperan aktif dalam menyampaikan kondisi riil di lapangan serta menjembatani aspirasi warga.
Tidak kalah penting, ia menyoroti peran pemuda dan masyarakat sekitar. “Pemuda dan masyarakat bukan sekadar pengguna jalan. Partisipasi sosial, kepedulian terhadap lingkungan, serta dukungan terhadap proses pembangunan juga menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan infrastruktur,” ujarnya.
Rahmad menekankan bahwa kritik yang disampaikan seharusnya dipahami sebagai bentuk kepedulian, bukan tudingan. Ia mendorong semua pihak untuk mengedepankan dialog dan solusi yang konstruktif.
“Kita memahami bahwa pembangunan memiliki banyak tantangan, baik teknis maupun administratif. Namun, kondisi yang sudah berlangsung lama ini perlu menjadi perhatian bersama agar dampaknya tidak semakin luas bagi masyarakat,” katanya.
Akibat kerusakan jalan, sejumlah pengguna jalan dilaporkan mengalami ketidaknyamanan, bahkan insiden terjatuh saat melintasi ruas tersebut. Situasi ini mendorong sebagian warga memilih jalur alternatif meskipun jaraknya mencapai tiga kali lebih panjang.
Masyarakat berharap perbaikan Jalan Lintas Sosopan dapat segera direalisasikan secara menyeluruh. Infrastruktur yang layak dinilai menjadi faktor krusial dalam mendukung mobilitas, keselamatan, dan pertumbuhan ekonomi warga.
Rahmad menyatakan optimismenya bahwa persoalan tersebut dapat diselesaikan melalui kerja sama lintas sektor. “Harapan kita tentu jalan ini dapat diperbaiki secara sempurna sehingga aktivitas masyarakat kembali lancar dan produktivitas ekonomi meningkat,” tutupnya.
© 2026 Rahmad Kurnia Hasibuan. Dilarang menyalin tanpa izin.
Keywords: Jalan Lintas Sosopan, Padang Lawas, Infrastruktur, Aktivitas Masyarakat, Rahmad Kurnia Hasibuan