Cerpen Eksklusif
6 Ramadhan 1447 H / 24-02-2026
Erwinsyah Putra
Magang di Neraka
Ruang meeting kaca itu terlalu terang untuk jam sepuluh malam. Lampu putih memantul di meja bening. AC terlalu dingin.
Di luar, kota menyala seperti tidak pernah punya masalah.
Di dalam ruangan itu, Arga duduk sendirian di satu sisi meja panjang.
Di depannya, Pak Rendra dan Dimas. Laptop Arga masih terbuka. Slide presentasi terakhir terpampang: laporan kampanye digital yang siang tadi gagal di depan klien besar.
Masalahnya terlihat sederhana. Data konversi yang digunakan adalah versi lama. Klien menyadari inkonsistensi angka. Presentasi runtuh. Direktur marketing dipermalukan.
...
Kota masih bersinar di luar kaca. Sama seperti tadi. Tapi malam itu, di lantai dua puluh satu, Arga tidak keluar sebagai anak magang yang kalah. Ia keluar sebagai seseorang yang menolak menjual harga dirinya—bahkan ketika sistem sudah menawarkan pengampunan.
Selesai.
© 2026 Erwinsyah Putra. Dilarang menyalin tanpa izin.
Keywords: Cerpen Magang di Neraka, Cerpen Ramadhan 1447 H, Cerpen Erwinsyah Putra, cerpen kritik sosial, cerpen dunia kerja, cerpen realisme sosial, cerpen reflektif.