Cerpen Eksklusif
7 Ramadhan 1447 H / 25-02-2026
Erwinsyah Putra
Cermin Keresahan
Ruang kerja itu terlalu luas untuk satu orang. Lampu gantung menyala lembut, memantulkan kilau pada lantai marmer.
Dinding dipenuhi foto kunjungan kerja: senyum dengan petani, salaman dengan nelayan, pose menunduk di rumah reyot. Semua tertata rapi.
Di tengah ruangan, berdiri seorang pejabat dengan jas biru tua yang baru disetrika.
Besok pagi ia akan berpidato tentang kemiskinan. Ia berdiri di depan cermin besar setinggi badan.
Mengatur posisi bahu. Merapikan dasi.
“Kita hadir untuk rakyat kecil,” ucapnya pelan, mencoba intonasi yang hangat.
Bayangannya tersenyum.
Lalu berkata, “Kapan terakhir kau hadir tanpa kamera?”
Ia terdiam.
...
Dan tidak satu pun orang di aula itu yang tahu—bahwa malam sebelumnya, ia kalah dari bayangannya sendiri.
© 2026 Erwinsyah Putra. Dilarang menyalin tanpa izin.
Keywords: Cerpen Cermin Keresahan, Cerpen Ramadhan 1447 H, Cerpen Erwinsyah Putra, cerpen kritik sosial, cerpen politik psikologis, cerpen realisme sosial, cerpen reflektif.