Notification

×

Iklan

Menulis

FLORIST

Fillo Magz 2

Dukung Fillo Mobile

Saatnya Mengisi Milad HMI ke-79 dengan Ramadhan yang Lebih Bermakna

Jumat, 06 Februari 2026 | Februari 06, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-02-06T13:38:57Z

 


Fillo-Magz - Padangsidimpuan - Momentum Milad Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) ke-79 yang bertepatan dengan bulan suci Ramadhan seharusnya tidak dimaknai sebatas seremoni atau nostalgia sejarah. Di usia yang kian matang, HMI dituntut menghadirkan kontribusi nyata yang relevan dengan kebutuhan zaman. Ramadhan menjadi ruang strategis untuk mengisi arti Milad tersebut—bukan hanya melalui penguatan spiritual kader, tetapi juga melalui gerakan sosial dan ekologis yang memberi manfaat langsung bagi masyarakat. Sebagai organisasi kader, HMI memiliki tanggung jawab moral untuk menjadikan Ramadhan sebagai bulan produktif, transformatif, dan berdampak. Berikut beberapa tips aktivitas Ramadhan yang dapat digerakkan kader HMI agar lebih bermakna dan kontributif.

1. Puasa Ramadhan: Dari Ritual Personal ke Kesadaran Sosial Puasa Ramadhan tidak berhenti pada menahan lapar dan dahaga. Nilai utama puasa adalah pembentukan karakter: kejujuran, empati, dan pengendalian diri. Kader HMI perlu menjadikan puasa sebagai fondasi etika sosial, terutama dalam bersikap di ruang publik. Contoh praktiknya, kader dapat menginisiasi diskusi ringan selepas berbuka mengenai isu kemiskinan, ketimpangan sosial, atau krisis lingkungan yang dirasakan langsung masyarakat sekitar. Puasa menjadi pintu masuk untuk membangun kepekaan sosial, bukan sekadar rutinitas tahunan.

2. Tarawih dan Tadarus: Menghidupkan Spirit Intelektual Ramadhan Ibadah Ramadhan seperti tarawih dan tadarus Al-Qur’an memiliki potensi besar untuk dikembangkan secara lebih substantif. Selain berjamaah, kader HMI dapat memanfaatkan momen tadarus sebagai ruang refleksi nilai. Contohnya, tadarus tematik dengan mengangkat ayat-ayat tentang keadilan sosial, amanah kepemimpinan, atau larangan merusak alam. Setelah tadarus, dilanjutkan diskusi singkat yang kontekstual dengan realitas hari ini. Pendekatan ini membuat Al-Qur’an hadir sebagai sumber inspirasi perubahan, bukan sekadar bacaan ritual.

3. Penghijauan Selama 29 Hari Ramadhan Isu lingkungan menjadi tantangan global yang nyata. Ramadhan dapat dimanfaatkan kader HMI untuk menumbuhkan kesadaran ekologis melalui aktivitas penghijauan yang berkelanjutan. Contoh kegiatannya, menanam satu pohon atau tanaman produktif setiap hari atau setiap pekan selama Ramadhan di sekitar masjid, kampus, atau permukiman warga. Tidak berhenti pada penanaman, kader juga memastikan perawatan tanaman tersebut hingga pasca-Ramadhan. Aktivitas ini menanamkan nilai bahwa merawat alam adalah bagian dari ibadah.

4. Aksi Kebersihan Lingkungan: Iman yang Tampak di Ruang Publik Kebersihan merupakan ajaran mendasar dalam Islam. Kader HMI dapat menerjemahkan nilai ini melalui aksi nyata yang sederhana namun berdampak. Misalnya, kerja bakti membersihkan masjid, selokan, atau lingkungan pemukiman menjelang waktu berbuka atau setelah salat Subuh. Selain itu, kampanye pengurangan sampah plastik saat buka puasa bersama juga menjadi langkah kecil yang relevan dengan isu lingkungan perkotaan.

5. Edukasi PHBS bagi Remaja Muslim Ramadhan sering kali diwarnai pola hidup yang kurang sehat, terutama di kalangan remaja. Kader HMI dapat berperan sebagai agen edukasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Contohnya, mengadakan kelas singkat atau konten edukatif di media sosial tentang pola sahur dan berbuka yang sehat, pentingnya menjaga kebersihan diri saat puasa, serta kesehatan mental selama Ramadhan. Edukasi ini membantu remaja menjalani Ramadhan dengan lebih berkualitas.

6. Kajian Islam dan Lingkungan: Menegaskan Peran Khalifah Islam menempatkan manusia sebagai khalifah di bumi, dengan tanggung jawab menjaga keseimbangan alam. Kajian Ramadhan perlu mengangkat tema ini secara konsisten. Contoh konkret, kajian ba’da tarawih yang membahas larangan merusak lingkungan, etika pengelolaan sumber daya alam, hingga relevansinya dengan krisis iklim saat ini. Kajian semacam ini menegaskan bahwa persoalan lingkungan bukan isu pinggiran, melainkan bagian dari tanggung jawab keimanan.

Milad HMI ke-79 adalah momentum refleksi sekaligus proyeksi. Ramadhan memberi ruang ideal bagi kader HMI untuk membuktikan bahwa organisasi ini tetap relevan dan solutif. Melalui integrasi ibadah, intelektualitas, dan aksi sosial, Ramadhan dapat menjadi medium pengabdian nyata bagi umat dan lingkungan. Dengan demikian, mengisi Milad HMI bukan sekadar mengenang sejarah, tetapi menghidupkan nilai perjuangan melalui kerja nyata yang dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas.

Penulis adalah Korps Pelopor LEPPAMI HMI Cabang Padangsidimpuan.

×
Duta Huskus

Kirim Tulisan

TAP INI