Notification

×

Kategori Berita

Cari Karya Fiksi

Iklan

KOP FILLO

LOMBA CERPEN

FILLO PDF

PARFUM

Mahasiswa se-Nusantara Ditantang Jadi Kreator Fiksi Digital di SSC 2026

Senin, 23 Februari 2026 | 16.54 WIB Last Updated 2026-02-26T20:32:15Z

FilloNews - Report

Padangsidimpuan- - 25 Februari 2026
Kontributor Fillo


Short Story Competition 2026 - FilloMagz

Short Story Competition (SSC) 2026 Dorong Literasi Mahasiswa


Budaya literasi di kalangan mahasiswa kembali didorong melalui ajang Short Story Competition (SSC) 2026. Kompetisi menulis cerita pendek ini digelar dalam tiga batch dan terbuka bagi mahasiswa aktif dari berbagai perguruan tinggi. Program ini diinisiasi oleh FilloMagz.Online dan menggandeng sejumlah media online sebagai mitra publikasi dan kelompok kreatif, antara lain NewsUIN.com serta KMMK Connection.

Allizwell dari FilloMagz.Online menjelaskan bahwa SSC bukan sekadar lomba menulis biasa, melainkan ruang lahirnya kreator fiksi digital. “Kami melihat generasi muda sangat aktif di konten visual. Melalui SSC, kami ingin menawarkan jalur lain: menjadi kreator tulisan. Cerpen itu tidak sulit ditulis, tetapi kuat dalam menyampaikan gagasan,” ujarnya.

Menurutnya, cerpen dipilih karena fleksibel, memiliki ruang eksplorasi diksi yang luas, dan tetap relevan di era digital. Tema SSC 2026 bebas, sehingga peserta dapat mengekspresikan ide dan keresahan mereka tanpa batasan topik. SSC akan menerbitkan 15 naskah terbaik dari setiap batch di laman resmi untuk masuk tahap final, sekaligus dinilai berdasarkan jumlah pembaca dan ulasan.

Mekanisme SSC 2026: peserta wajib mendaftar melalui formulir resmi dan membayar kontribusi Rp25.000 per naskah. Setiap peserta dapat mengirim maksimal 10 karya dalam format Word atau PDF, dengan panjang 1.000–2.000 kata. Naskah harus orisinal, mengangkat satu pokok masalah, dan menggunakan 90% bahasa Indonesia.

Fadil Regar dari NewsUIN.com menilai konsep ini menarik karena menggabungkan kualitas tulisan dan daya jangkau pembaca. “Biasanya lomba berhenti di penilaian juri. SSC menghadirkan tahap final berbasis jumlah view. Ini melatih penulis tidak hanya berkarya, tetapi juga mempromosikan tulisannya secara sehat dan kreatif,” jelasnya.

Skema ini relevan dengan ekosistem media digital saat ini, di mana interaksi pembaca menjadi indikator penting. 15 nominasi dari setiap batch yang lolos kualitas penilaian akan diterbitkan dan bersaing berdasarkan capaian view. Penentuan juara final sepenuhnya berdasarkan jumlah view dengan ambang minimal tertentu: Juara 1 minimal 50.000 view, Juara 2 minimal 40.000, dan Juara 6–15 minimal 1.000 view.

Abdi dari KMMK Connection menyebut skema ini sebagai tantangan baru bagi mahasiswa. “Ini bukan hanya soal menulis bagus, tetapi juga soal konsistensi dan strategi membangun pembaca. Kami melihat ini sebagai pembelajaran nyata tentang dunia kepenulisan digital,” kata Abdi.

Para pemenang akan mendapatkan hadiah uang pembinaan jutaan rupiah, e-piagam, serta parcel produk sponsor. Semua peserta mendapat e-sertifikat dan akses buku kumpulan cerpen SSC sebagai bentuk apresiasi partisipasi.

Dengan sistem bertahap, kolaborasi media, dan final berbasis pembaca, SSC 2026 diharapkan mampu melahirkan generasi penulis muda yang kreatif dan adaptif terhadap dinamika platform digital.


© 2026 FilloMagz Online. Dilarang menyalin tanpa izin.


Keywords: Short Story Competition, SSC 2026, cerpen mahasiswa, literasi digital, FilloMagz

×