Notification

×

Kategori Berita

Cari Karya Fiksi

Iklan

KOP FILLO

LOMBA CERPEN

FILLO PDF

PARFUM

Cerpen: Tamu di Kamar 306

Sabtu, 14 Maret 2026 | 01.05 WIB Last Updated 2026-03-13T18:05:07Z
Tamu di Kamar 306 | Cerpen Misteri Karya Erwinsyah Putra
Cerpen Tamu di Kamar 306 karya Erwinsyah Putra

Tamu di Kamar 306

Oleh Erwinsyah Putra

Hujan turun pelan di luar jendela lobi hotel.

Tetesannya menari di kaca besar, menciptakan pola tak beraturan.

Angin dingin merayap masuk setiap kali pintu otomatis terbuka, membawa aroma tanah basah dan kopi dari kafe seberang jalan.

Raka, resepsionis malam di Hotel Teratai, baru saja menguap ketika bel meja berdering.

Seorang pria dengan mantel hitam berdiri di depan meja.

Wajahnya setengah tertutup syal. Hanya mata hitamnya yang terlihat.

"Kamar 306 masih bisa diperpanjang?"

Suaranya datar.

Raka melirik layar komputer.

Kamar itu sudah dihuni lebih dari tiga minggu.

Biasanya tamu hotel kecil ini hanya menginap satu atau dua malam. Paling lama seminggu.

Tapi pria ini hampir sebulan. Dan belum pernah sekali pun terlihat keluar.

"Tentu, Pak. Akan diperpanjang sampai kapan?"

"Satu minggu lagi."

Raka mengetik di keyboard.

Tapi rasa penasaran mulai mengusik pikirannya.

Setiap hari pria itu memesan makanan untuk dua orang.

Namun tidak pernah ada yang terlihat masuk atau keluar dari kamar itu.

***

Jam menunjukkan pukul sepuluh malam.

Raka membawa nampan berisi pasta, sup jamur, dan segelas jus jeruk.

Ia berjalan menyusuri lorong lantai tiga.

Lampu redup membuat suasana terasa lebih dingin.

Ia berhenti di depan pintu 306.

"Room service."

Tidak ada jawaban.

Ia mengetuk lagi.

Tetap sunyi.

Raka memutar kenop pintu.

Tidak terkunci.

Ia membuka pintu perlahan.

Kamar gelap.

Tirai tebal menutup jendela.

Bau lembap dan samar-samar wangi parfum memenuhi ruangan.

Di meja kecil dekat tempat tidur ada dua piring kosong.

Dua piring.

Tapi kamar itu kosong.

Tidak ada siapa pun.

Tiba-tiba...

Pintu kamar mandi terbuka sedikit.

Raka membeku.

Dari dalam terdengar bisikan lirih.

"Jangan… kasih tahu dia…"

Nampan di tangan Raka jatuh ke lantai.

***

Tanpa berpikir panjang, Raka berlari keluar kamar.

Jantungnya berdegup liar.

Apa yang baru saja ia dengar?

Ia segera menuju ruang CCTV.

Rekaman kamera lorong lantai tiga diputar.

Pria itu terlihat keluar dari lift dan berjalan menuju kamar 306.

Namun sebelum pintu tertutup…

Sesuatu bergerak di dalam kamar.

Sebuah tangan.

Tangan pucat mencengkeram tepi pintu.

Seolah seseorang berusaha keluar.

***

Raka membuka daftar tamu hotel.

Kamar 306 hanya terdaftar satu nama.

Arman Satya Putra.

Tapi catatan sebelumnya membuat tubuhnya merinding.

Kamar itu pernah ditempati seorang wanita bernama Tania Sasmita.

Tanggal check-in: sebulan lalu.

Tanggal check-out: tidak pernah tercatat.

Tania Sasmita… tidak pernah meninggalkan hotel ini.

***

Saat Raka hendak menelepon polisi, ia mendengar bisikan lagi.

"Jangan… kasih tahu dia…"

Raka menoleh ke lorong.

Seorang wanita berdiri di ujung koridor.

Kulitnya pucat.

Rambutnya panjang kusut menutupi sebagian wajahnya.

Matanya kosong.

Ia menatap Raka tanpa berkedip.

Lalu perlahan mengangkat tangannya dan menunjuk ke belakang Raka.

Ke arah pintu masuk hotel.

Raka menoleh.

Di luar pintu kaca, di bawah lampu jalan dan hujan rintik…

Seorang pria berdiri.

Pria berjaket hitam.

Tamu kamar 306.

Ketika Raka menoleh kembali ke lorong…

Wanita itu sudah tidak ada.

Bel meja berbunyi pelan.

Raka berbalik.

Pria itu sudah berdiri di depan meja resepsionis.

"Tolong perpanjang kamar saya satu minggu lagi."

Raka tidak menjawab.

Ia hanya menatap pria itu dengan jantung berdegup keras.

Satu pertanyaan terus berputar di kepalanya.

Apakah wanita itu meminta bantuan…

atau justru memperingatkannya?

© 2026 Erwinsyah Putra. Seluruh hak cipta dilindungi undang-undang.
Kata Kunci:
Tamu di Kamar 306, cerpen misteri hotel, kamar hotel misterius, cerita horor Indonesia, karya Erwinsyah Putra
×